Bagi para orang tua ketika anak bertengkar tentu akan berusaha untuk melerainya. Anak – anak sangat mudah bertengkar baik dengan saudaranya sendiri maupun bertengkar dengan anak lain. Ketika anak bertengkar sebagai orang tua anda harus tahu bagaimana cara melerai anak ketika bertengkar. Tentunya menghadapi permasalahan yang dialami anak membutuhkan kesabaran karena tingkat emosional anak belum stabil. Ada cara khusus yang bisa digunakan melerai anak ketika bertengkar. Cara ini diterapkan agar anak lebih mudah menerima masukan dari orang lain. Bagaimana cara melerai anak yang sedang bertengkar? Simak penjelasannya di bawah ini.

Ada lima cara yang akan dibahas pada ulasan kali ini. Dimulai dari cara yang pertama adalah jangan sampai terpancing emosi. Melerai seorang anak yang serang bertengkar jangan sampai anda terpancing emosi. Melerai seorang anak harus menggunakan suara yang halus agar bisa diterima dengan lebih baik. Cara yang kedua adalah menjadi pendengar yang baik untuk menyelesaikan masalah. Cari tahu masalah yang sedang dihadapi anak. Membicarakan masalah tersebut bisa menjadi solusi meyelesaikan pertengkaran yang sedang terjadi.

Cara yang ke tiga adalah tidak boleh memihak salah satu anak. Ketika anak anda bertengkar dengan saudaranya sendiri maka anda jangan memihak satu anak saja. Jangan memojokan atau menyalahkan satu pihak saja. Cari tahu titik permasalahan yang sedang dihadapi sang anak. Cara ke empat adalah bersama – sama mencari solusi. Cara paling mudah menyelesaikan masalah anak yang sedang bertengkar adalah mencari solusinya dengan bersama – sama. Solusi yang diputuskan bersama – sama mampu membuat masalah lebih cepat selesai.

Cara ke lima adalah memberikan perhatian. Memberikan perhatian kepada anak ketika sedang bertengkar akan membuat suasana menjadi lebih nyaman. Memberikan perhatian juga mampu membuat emosi seorang anak menjadi lebih reda. Lima cara itulah yang bisa mulai anda terapkan ketika anak anda sedang bertengkar baik dengan saudara sendiri atau orang lain. Jangan biarkan masalah tersebut berlarut karena tidak baik untuk sang anak.

Categories: Uncategorized