Selain jenis-jenis hutan di Indonesia yang dapat dikelompokkan menjadi lima, yaitu hutan musim, mangrove, rawa, sabana dan hutan hujan tropis, hutan masih dapat diklasifikasikan menurut macamnya. Klasifikasi ini dapat didasarkan kepada asal mula hutan tersebut, cara permudaan, biogeografi dan lain sebagainya.

Di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai macam-macam hutan:

macam-macam hutan

Macam hutan menurut asal muasal

macam hutan yang pertama yaitu hutan yang sengaja dibentuk oleh masyarakat atau golongan tertentu dengan cara menaburkan biji atau menanam tunas. Bisa juga hutan ini dibuat secara campuran dari biji dan tunas sekaligus. Cara membedakannya cukup mudah. Tanaman hutan yang berasal dari biji-bijian cenderung lebih tinggi pertumbuhannya. Sedangkan tunas pohon akan menghasilkan pertumbuhan pohon berkelanjutan yang lebih kecil.

Selain berasal dari tunas dan biji, ada pula sebutan hutan primer atau hutan perawan. Istilah ini digunakan untuk menunjuk kawasan hutan yang belum tersentuh oleh tangan manusia sama sekali sehingga tanaman dan ekosistem di dalamnya masih sangat murni.

Adapun ragam ketiga ialah hutan sekunder yang merujuk kepada hutan yang mengalami proses pertumbuhan kedua setelah punah. Penyebab nya bisa berupa bencana alam atau penebangan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun begitu, dalam jangka puluhan hingga ratusan tahun, jika dibiarkan, hutan sekunder ini akan sangat sulit dibedakan dengan hutan primer.

Macam hutan menurut proses pemudaan

Pada hutan, umumnya terdapat dua jenis pemudaan yaitu pemudaan secara alami dan buatan. Pemudaan alami terlaksana ketika proses serbuk bunga dari pohon mencapai tanah melalui proses alamiah atau tanpa bantuan tangan manusia sama sekali.

Sedangkan hutan dengan pemudaan buatan dilakukan secara sengaja oleh pihak ketiga yakni manusia dengan alasan dan tujuan tertentu. Selain kedua cara diatas, pemudaan campuran sangat jarang sekali terjadi pada hutan.

Demikian penjelasan singkat mengenao macam-macam hutan yang penting untuk kita ketahui demi memupuk rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lestarinya lingkungan. Semoga bermanfaat.

 

 

Categories: Uncategorized