Bahan Makanan Bayi 6 Bulan yang Sehat

Saat menginjak usia 6 bulan, refleks bayi mulai terorganisir dengan lebih baik. Si Kecil juga sudah mampu menyangga kepalanya sendiri, duduk tegak, dan menggerakkan lidah untuk makan. Pada usia ini pula, si Kecil semakin aktif bergerak dan saluran cernanya semakin matang sehingga ia membutuhkan sumber nutrisi tambahan pendamping ASI untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, Bunda harus mulai memertimbangkan olahan makanan bayi 6 bulan yang tepat untuk si Kecil.

Beberapa bulan pertama Bunda hanya disarankan untuk memberi ASI eksklusif untuk si Kecil. Namun pada usia 6 bulan, si Kecil sudah bisa mencoba makanan padat pertamanya. Perubahan bentuk asupan yang semula cair menjadi lebih padat terkadang membuat bayi kaget. Maka dari itu, Bunda perlu memerhatikan tekstur makanan pendamping yang pas, seperti bubur atau buah dan sayur yang dilumat dengan sempurna.

Makanan bayi 6 bulan yang baik untuk pertumbuhan

Pixabay.com

Memberikan makanan pendamping perlu dilakukan secara bertahap sesuai usia si Kecil. Hal ini bertujuan untuk melatih mulut si Kecil sehingga ia mampu mengunyah makanan dengan baik. Tak hanya itu, peralihan tekstur yang teratur, mulai dari lembut hingga lebih kasar, sangat bermanfaat untuk perkembangan sistem pencernaan si Kecil. Bunda bisa mulai mengenalkan makanan pendamping berupa bubur bayi organik bertekstur lembut yang terbuat dari beras, kedelai, buah-buahan, atau sayuran. Agar tumbuh kembangnya optimal, lengkapi makanan si kecil dengan vitamin A, vitamin C, vitamin D, zat besi, kalsium, serta asam lemak omega 3.

Pada tahap awal pengenalan pada makanan padat, bayi berusia 6 bulan umumnya hanya dapat mengonsumsi kurang lebih satu sendok teh buah atau sayur sekali makan. Namun Bunda tidak perlu khawair, porsi makan si Kecil secara bertahap akan bertambah seiring berjalannya waktu. Berikut ini beberapa jenis bahan makanan sehat yang bisa Bunda jadikan alternatif makanan pendamping ASI (MP-ASI).

  • Buah dan sayuran

Bunda bisa melumat pisang dengan garpu kemudian tambahkan sedikit ASI atau susu formula agar teksturnya lebih cair. Pisang tergolong aman untuk perut si Kecil karena sangat kaya akan serat dan kalium. Namun hindari untuk memberi porsi yang berlebihan karena dapat menyebabkan konstipasi. Selain pisang, Bunda juga bisa menghaluskan alpukat sebagai makanan pendamping untuk si Kecil. alpukat mengandung lemak baik sehingga sangat bermanfaat, baik untuk perkembangan fisik maupun otak bayi.

Jenis buah dan sayuran lain yang bisa menjadi alternatif makanan pendamping, antara lain apel, strawberry, anggur, pir, kentang, wortel, tomat, dan timun. Bunda juga bisa membuat bubur dari olahan sayuran hijau, seperti brokoli dan bayam. Kedua sayuran hijau ini kaya akan zat besi dan vitamin B sehingga sangat baik untuk pertumbuhan si Kecil.

  • Kacang-kacangan dan beras merah

Selain buah dan sayuran, Bunda juga bisa membuat bubur dengan bahan makanan berupa kacang-kacangan, seperti edamame, kacang hijau, dan kacang merah. Bunda juga bisa mengolah beras merah karena bahan makanan ini lebih mudah dicerna. Beras merah juga mengandung banyak nutrisi, seperti vitamin B, kalsium, folat, zinc, natrium, dan kalium yang baik untuk tumbuh kembang si Kecil.

  • Daging dan ikan salmon

Untuk memenuhi kebutuhan protein si Kecil, Bunda bisa membuat olahan makanan pendamping dari bahan dasar daging sapi maupun ayam. Bunda bisa merebus salah satu (atau keduanya) bahan tersebut kemudian menghaluskannya. Selain daging, Bunda juga bisa menggunakan tahu dan sereal bebas gluten untuk membuat bubur bayi.

Selain daging, Bunda juga bisa menggunakan olahan ikan salmon sebagai alternatif makanan pendamping. Ikan salmon kaya akan kandungan omega 3 dan vitamin B yang baik untuk meningkatkan kecerdasan otak dan menghindarkan si Kecil dari penyakit kulit. Ikan salmon juga mengandung AHA dan DHA yang dapat membantu mengoptimalkan penglihatan serta menjaga daya tahan tubuh si Kecil. Manfaat lain dari mengonsumsi ikan salmon adalah mencegah risiko penyakit jantung dan kanker. Kandungan nutrisi pada ikan salmon membantu menghancurkan lemak jahat penyumbat saluran arteri pemicu penyakit jantung.

Resep bubur ikan salmon

Pixabay.com

Untuk membantu perkembangan otak dan kecerdasan si Kecil, ikan salmon merupakan salah satu alternatif terbaik mengingat banyaknya manfaat yang bisa diperoleh. Berikut ini resep bubur salmon yang bisa Bunda coba.

Bahan-bahan

  • 100 gr nasi
  • ikan salmon fillet
  • 100 gr jagung
  • 100 gr bayam
  • 50 gr keju parut
  • 1,5 lt air

Cara membuat:

  1. Didihkan air secukupnya dan rebus nasi, ikan, dan jagung bersamaan. Jika dirasa kurang, Bunda bisa menambahkan air sedikit demi sedikit. Rebus hingga teksturnya lunak kemudian masukkan bayam dan rebus hingga matang.
  2. Setelah mendapatkan konsistensi yang diinginkan, matikan kompor dan masukkan keju parut. Aduk hingga rata.
  3. Saring hasil rebusan dan haluskan ampasnya dengan belender. Campurkan lumatan ampas dengan hasil saringan dan bubur siap dihidangkan.

Untuk menghemat waktu, Bunda bisa membuat beberapa porsi bubur ikan salmon sekaligus. Bunda dapat menyimpan dan membekukan bubur ikan salmon dalam freezer. Setelah itu, Bunda cukup menghangatkan bubur ikan salmon yang sudah beku dalam microwave sebelum dihidangkan.

Posted in <a href="https://encompinc.com/category/resep/" rel="category tag">Resep</a>Tags: <a href="https://encompinc.com/tag/makanan/" rel="tag">Makanan</a>