Citrullus Lanatus atau biasa kita kenal dengan nama semangka merupakan salah satu buah segar yang digemari banyak orang. Kandungan manfaat yang ada pada semangka, serta cita rasa buahnya yang manis dan segar membuat buah ini banyak dicari-cari. Bagi Anda yang tertarik untuk menanam semangka, Anda bisa menanamnya hanya di pekarangan rumah. Hanya saja, harus memenuhi persyaratan berikut:

  1. Jenis dan pH tanah

Jenis tanah yang baik untuk menanam semangka adalah tanah organik dengan unsur hara yang tinggi, gembur, dan bersih dari gulma. Tanaman ini harus berada pada pH normal, yaitu 6 – 7. Oleh karena itu, penting untuk terlebih dahulu melakukan pengecekan pH sebelum melakukan tanam semangka. Jika pH di bawah 6, maka segera taburkan dolomite (kapur tani) agar pH normal kembali.

  1. Iklim dan suhu

Tanaman semangka harus tumbuh pada kelembaban udara dengan curah hujan 40 – 50 mm per bulan. Suhunya harus mencapai 25 derajat celcius pada saat siang hari. Usahakan untuk selalu menempatkan tanaman semangka di bawah sinar matahari langsung tanpa tanaman lain menutupinya. Hal ini berguna untuk membuat tumbuh kembang semangka lebih baik.

  1. Ketinggian lahan tanam

Tanaman semangka bisa tumbuh di mana saja, baik di dataran tinggi maupun dataran rendah dengan kisaran antara 0 – 1000 meter di atas permukaan laut. Namun, wilayah yang paling cocok atau ideal untuk melakukan budidaya semangka adalah wilayah yang kering dan rendah dalam penguapan air. Dengan begitu, semangka bisa tumbuh dengan baik dan memiliki buah yang berkualitas.

  1. Jarak tanam semangka

Jarak tanam akan membuat budidaya semangka tumbuh secara optimal. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menentukan jarak tanamnya, yaitu dengan tanam sistem tunggal yang menggunakan jarak tanam sekitar 90 – 100 cm x 3 m. Kemudian yang kedua dengan jarak tanam sistem ganda, yaitu menggunakan jarak tana 90 – 100 cm x 6 – 7 m. Cara ini membuat semangka tumbuh lebih optimal.

 

Categories: Uncategorized